Jumat, 27 September 2013

Bagaimana Mencapai Bebas Finansial diusia Muda?

Coba bayangkan. Anda sekarang sedang duduk santai di teras rumah dan ditemani secangkir kopi dan kacang. Di sebelah halaman rumah itu terdapat garasi mobil yang terisi Mobil keluaran terbaru. Halaman rumah lumayan luas untuk bermain bola bersama anak-anak anda. Kemudian rumah yang sedang di diami itu memiliki tatanan arsitektur yang indah dan sesuai dengan selera anda. Yang lebih menyenangkan lagi adalah itu semua milik anda.
Nah dari ilustrasi di atas, apakah anda ingin mewujudkan hal demikian?
Jika sekarang anda masih berumur 20an atau bahkan belasan. maka sebelum kepala dua itu terlampaui, anda bisa mewujudkannya.
Trus gimana caranya?

Mindset Wirausaha

Pola pikir (mindset) adalah cara memandang terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indradan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan ‘nasib’. atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang kita lihat dan kita alami. pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha.

Jumat, 21 Juni 2013

TIPS DAN TRIK PADA LOMBA LCC 4 PILAR TAHUN 2012

Lomba cerdas-cermat UUD 1945 dan TAP MPR RI rutin diselenggarakan tiap tahunnya oleh MPR RI. Berawal dari tahun 2007, lomba tersebut masih sebatas tingkat JaBoDeTaBek, Kemudian berlanjut tahun 2008 tingkat nasional, dan terus sampai sekarang. SMA yang mungkin kini diberi amanah sekolah masing-masing untuk berlaga dalam lomba ini, maka  Berikut ini tips dan trik penulis dalam sukses lomba LCC ini. Rahasianya Cuma satu, yakni MENCATAT!!.
Asumsi: Jika Sekolah kalian mendapat bagian pada tampil pada sesi ke-n (katakanlah tampil ke-3, misalnya), maka kalian beruntung. Mengapa beruntung? Karena kalian dapat mengamati pertandingan pada sesi sebelumnya(sesi 1&2). Dari sana kalian dapat mencatat soal-soal yang dibacakan host. Dan perlu kalian tahu, biasanya soal–soal tersebut diulang pada sesi-sesi selanjutnya, kalian harus cermat disana. Bagaimana jika tampil pertama? Resepnya kuatkan mental kalian, dan yakinlah yang menang itu adalah yang paling siap.
Babak Tematik: 1)Untuk babak, kalian harus sudah memahami materi diluar kepala. Kalian harus sudah hafal materi pasal(pasal 1-37), buku biru, dan buku merah. Bagaimana dengan buku kuning emas?, biasanya jarang sekali keluar dalam pertandingan, so jangan beratkan memori kalian. 2)gunakan waktu se maximal mungkin. Habiskan waktu 2 menit untuk memaparkan tematik kalian. Jika sang jubir sudah mentok(gak bias ngejelasin lagi, dan waktu masih panjang), maka sebagai tim yang kompak anggota yang lain harus membantu. Skor sempurna disini adalah 25.
Babak pilihan Benar-salah Kalau saya boleh mengatakan, bahwa babak ini gampang-gampang susah. Gampang karena Cuma menjawab benar/ salah. Dan susah karena dapat mengecoh juga. Jika jawaban tepat maka diberikan skor 10, jika salah tidak bakal dikurangi( tetapi tetap saja rugi point). Perhatikan setiap kata-kata yang diberikan oleh host. Mereka (panitia/host) biasanya bermain pada kecohan kata-kata seperti:
1)      Beadakan atas“ diatur dengan Undang-Undang” dengan” diatur dalam undang-undang”
2)      Bedakan atas “ putusandengan” pertimbangan”. Contoh:” presiden dalam memberikan grasi dan rehabilitasi harus dengan persetujuan MA. (Kalian harus hati-hati disini. Lihat dengan cermat apakah benar persetujuan atau pertimbangan)
3)      Bedakan atas“terdiri atas” dengan “terbagi atas” dan “ dibagi atas”. Semuanya berbeda
4)      Jika soal terjawab sempurna , maka kalian dapat skor 100 untuk 10 soal yang kalian jawab.  
Babak Rebutan Babak inilah yang paling menentukan. Jangan anggap tim yang unggul pada 2 babak sebelumnya bakalan menang . segala sesuatunya dapat terjadi disini, Tinggal bagaimana kalian tidak lengah akan skor sementara kalian.
Trick dalam babak rebutan: Penulis mencoba mengingatkan asumsi kita. Bahwa, kita asumsikan kita tampil ke-n( contoh, ke 3) . maka selama kalian menungu jatah tampil kalian, kalian dapat mencatat dan buatlah kesimpulan segera sebelum kalian tampil. Ingat…MENCATAT!!. Mencatatnya seperti ini:
1)      Kalian catat soal yang dibacakan host untuk sesi sebelum kalian tampil. Biasanya soal-soal tersebut akan ada model yang seragam. Contoh: jika pada sesi 1&2 sang host selalu berkata” rumusan pasal” dan yang ditanya adalah selalu isi pasal yang bersangkutan, maka kalian punya kesimpulan bahwa kalian harus sudah siap dengan kata-kata” rumusan pasal” , tinggal menunggu sang host membacakan pasal dan ayatnya. Kecuali pasal-pasal yang biasanya sudah pasti. Seperti pasal 1( pasti sang host bermaksud mengatakan pasal 1 ayat 3).
2)      Jika sang host selalu berkata “ TAP MPR nomer…..”dan misalkan selalu yang dimaksud adalah mengenai apa TAP MPR Tersebut, maka kalian punya kesimpulan bahwa kalian harus sudah siap dengan kata-kata “ TAP MPR nomer….”.  kalian harus berhati-hati disini. kadang kala, kalian harus menunggu sampai sang host mengatakan nomer TAP MPR  beserta tahunnya . Sebab ada nomer dalam TAP MPR yang sama , yakni seperti (TAP MPR Nomer 6 tahun 2000, dan TAP MPR nomer 6 tahun 2001. Begitu juga TAP MPR nomer 7tahun 2000 dan TAP MPR nomer 7 tahun 2001).
Contoh: sang host berkata” TAP MPR nomer 6 , tahun……”( mestinya kalian belum bisa menjawab disini, karena kalian akan untung-untungan, apakah ingin jawab yang tahun 2000 atau 2001. Tetapi jika tim lain sudah memencet tombol dan menjawab yang tahun 2000 dan ternyata jawabannya salah, maka ketika soal dibacakan lagi oleh  host, kalian dapat langsung menjawabnya tanpa perlu menunggu host panjang lebar membacakan ulang soal. Dan disini kalian wajib menjawab TAP MPR yang tahun 2001, dan Benar!!). Namun jika nomer pada TAP MPR tsb Cuma ada 1 kemungkinan( contoh: TAP MPRS no 25, TAP MPRS no 29, TAP MPR 16,dll)maka tidak perlu tunggu disebutkan tahunnya. Langsung aja jawab mengenai apa pasal itu.
3)      Kalian harus jeli dengan kecohan-kecohan sang host. Adakalanya soal yang dibacakan oleh sang host adalah kecohannya, dan pertanyaan sebenarnya ada pada pernyataan terakhir sang host. Contoh kecohan itu: a)      Host: ” Presiden memberika grasi dan rehabilitasi dengan….”( biasanya kita akan segera memencet tombol dan menjawab “MA”). Namun bisa jadi  soal sebenarnya adalah “  ……..sedangkan amnesty dan abolisi dengan….”( maka jawaban yang seharusnya adalah “DPR”). Sama seperti trik diatas, jika tim lain sudah menjawab MA ,dan jawabannya salah, maka ketika soal dibacakan ulang kalian dapat dengan cepat menjawab “DPR”.
b)      Host: “ yang dimaksu dengan equality before the law adalah….
”( biasanya juga kita akan terburu-buru menjawab kesetaraan dihadapan hukum). Namun bisa jadi sang host mengecoh karena soal sebenarnya adalah “ sedangkan, yang dimaksud due proses of the law adalah….”. nah disini jawaban sebenarnya adalah penegakan hukum yang tidak bertentangan dengan hukum. Sama seperti trik diatas, jika tim lain salah menjawab, maka jawaban sebenarnya adalah kemungkinan yang lain, jadi kita dapat  menjawab dengan cepat.
Saran untuk tim yang bertanding:
1. banyak-banyak lah kalian menghafal. Khususnya bagi sang jubir wajib belajar lebih lama dari anggota yang lainnya
2. jangan banyak tertawa. Karena tertawa dapat menumpahkan ilmu, sehingga bisa lupa.
3. Jangan meremehkan lawan.
4. Usahakan Buat yel-yel yang tidak ada unsur kesombongan dan meremehkan lawan. Seperti “ kita pasti juara, yang lain pasti kalah” dsb
. 5. Gunakan setiap jalannya pertandingan untuk mencermati dan mengamati bentuk soal. Kuncinya mencatat, ambillah pelajaran dari tim yang lebih dahulu bertanding.
6. Berdo’a

   Tips dan Trick ini saya amnil dari http://monomatematics.wordpress.com/category/tips-trick-memenagkan-lcc-uud-1945-disini/

LCC 4 PILAR TINGKAT SLTA SE INDONESIA DI PROVINSI JAWA TENGAH 2013

              Ke-18 sekolah itu di bagi dalam 6 putaran, di mana pada masing-masing putaran terdapat 3 sekolah yang berlomba.

                Putaran 1, SMAN 1 Jepara, SMA PGRI 1 Pati, dan SMKN 7 Semarang. Hasil akhirnya SMAN 1 Jepara Juara I dengan nilai 140.

                Putaran 2, SMAN 3 Surakarta, SMAN 1 Karanganyar, dan SMKN 1 Kebumen, yang berhasil menjadi Juara 1 adalah SMAN 1 Karanganyar dengan nilai 155.

                Putaran 3, SMAN 1 Kajen Pekalongan, SMKN 1 Purwokerto, dan SMAN 2 Semarang. Pada putaran ini, SMKN 1 Purwokerto berhasil menjadi Juara 1 dengan nilai 171.

                Putaran 4, SMAN 2 Brebes, SMAN 1 Slawi, dan SMAN 1 Purworejo. Akhirnya SMAN 1 Slawi yang menjadi Juara 1 dengan nilai 177.

              Putaran 5, SMAN 1 Bawang Banjarnegara, SMAN 2 Purbalingga, dan SMKN 1 Wonogiri. Dalam putaran ini adalah putaran yang sangat menarik sebab ketika soal dinyatakan habis, antara SMAN 1 Bawang dan SMKN 1 Wonogiri mempunyai nilai yang sama yakni 174. Untuk mencari satu Juara 1 maka dewan juri menambah satu soal lagi. Setelah adu pemahaman 4 Pilar, akhirnya SMKN 1 Wonogiri yang berhasil menjadi Juara 1 dengan nilai 178. 

              Putaran 6, SMAN 1 Pati, SMAN 1 Magelang, dan SMKN 1 Kendal. Dalam putaran terakhir itu, SMAN 1 Pati menjadi Juara 1 dengan nilai 184.

                Dengan demikian pada semifinal, pada putaran 1 akan mempertemukan SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Karanganyar, dan SMKN 1 Purwokerto. Sedang pada putaran 2 akan berjumpa, SMAN 1 Slawi, SMKN 1 Wonogiri, dan SMAN 1 Pati.

                Dalam putaran-putaran itu, dewan jurinya adalah Sesjen MPR Eddie Siregar, Kabiro Humas Yana Indrawan, Kabag Protokol Andrianto Madjid, Kabag Kepegawaian Herry Putra, dan Dosen Universitas Negeri Semarang Suprayogi.

diambil dari : www.mpr.go.id

Senin, 01 Oktober 2012

Membangun Sukses Dari Hal Yang Kita Sukai





Alkisah ada seorang anak muda yang sangat menyukai boneka hingga ia belajar bagaimana menjadi ahli pembuat boneka. Sayangnya, anak muda ini sangat kikuk, dan guru serta murid-murid lainnya selalu berkata bahwa dia tidak punya kemampuan untuk membuat boneka, dan bahwa dia tidak akan pernah berhasil.
Meski demikian, anak muda ini tetap bisa menikmati sehingga ia tak henti-hentinya melatih diri agar berkembang. Walau sudah bekerja keras, mereka akan selalu menemukan kesalahan pada boneka-boneka buatan anak muda ini, dan akhirnya mereka pun mengeluarkan si anak muda dari pelatihan itu.
Tapi anak muda itu tidak menyerah begitu saja. Ia memutuskan sejak saat itu akan menghabiskan seluruh waktunya membuat satu jenis boneka. Dan setiap kali menemukan kekurangan pada bonekanya, ia akan membuangnya dan memulai lagi dari awal. Tahun demi tahun pun berlalu, dan dengan setiap percobaan baru, bonekanya menjadi sedikit lebih baik. Kini, bonekanya jauh lebih baik dari hasil karya teman-temannya. Meski begitu, si anak muda ini tetap melakukan perbaikan, mencari “kesempurnaan”. Hidup seperti itu membuat anak muda ini kurang mampu mampu mencari nafkah, dan banyak orang menertawakan kondisinya yang miskin.
Ketika usianya sudah semakin tua, karya bonekanya sangatlah indah. Begitu bagusnya hingga suatu hari setelah berpuluh-puluh tahun bekerja, ia menyelesaikan satu boneka, dan berkata, “Saya tidak melihat ada yang kurang. Kali ini hasilnya sempurna.” Dan, untuk pertama kalinya dari sekian tahun lamanya, alih-alih membuang boneka ini, ia malah menaruhnya di atas rak. Ia benar-benar merasa puas dan bahagia.
Dan sisa ceritanya menjadi sejarah.
Boneka yang sempurna itu menjadi hidup, mengalami ribuan petualangan, dan memberikan pria tua yang bernama Geppetto itu kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada yang didapat pembuat boneka lainnya yang terkenal dari hasil-hasil karyanya.

Pentingnya "sekoci" pada kapal "titanic"

Seorang Chief Operating Officer sebuah perusahaan ternama dunia hari itu datang kekantornya yang megah tepat jam 7 pagi. Sang pemilik perusahaan memasuki ruang kerjanya tak lama kemudian. Setelah berbasa-basi sedikit, beliau berujar;”My friend,” katanya. “Aku bangga dengan hasil kerjamu selama ini,” lanjutnya. Sang COO tentu saja bahagia mendengar pujian bossnya itu. “Namun,” lanjut si boss. Kali ini, hati COO itu mulai dihinggapi tanda tanya besar. “Para stakeholders kita menginginkan untuk menggantikanmu dengan seseorang yang lebih baik…..” Saat itu juga, pagi yang cerah seakan-akan berubah menjadi gelap gulita sambil sesekali dikilati cahaya dari bunyi petir dan gelegar halilintar yang membuat jiwa bergetar. Sang COO hanya bisa terpana. Seolah tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya. Seandainya, berita itu tidak ditujukan kepada COO yang sedang kita bicarakan itu. Melainkan kepada anda. What are you going to do?
Boleh jadi anda mengira bahwa percakapan diatas itu sekedar rekaan belaka. Tapi, jika anda mengikuti perkembangan dunia bisnis internasional akhir-akhir ini; anda akan menemukan bahwa pembicaraan semacam itu sungguh-sungguh terjadi didunia nyata. ‘Korbannya’? Banyak. Mulai dari orang nomor satu di bank terkemuka. Pemimpin perusahaan farmasi tercanggih. Hingga raksasa minuman berbahan dasar kopi yang aroma ketenarannya sampai kesini. Bahasa politik boleh mengatakannya dengan halus, semisal; pensiun dini atau golden shake hand. Tetapi, dalam bahasa kita; itu tidak beda dengan tiga huruf mengerikan bernama P. Dan H. Dan K. Sounds familiar, right? Yes, that PHK.
Anda tentu masih ingat kisah tragis legendaris yang menimpa kapal pesiar Titanic yang tenggelam pada tanggal 14 April 1912. Peristiwa itu diperkirakan menelan 1,500 korban jiwa. Para ahli mempercayai bahwa faktor utama yang menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa bukanlah semata-mata tenggelamnya kapal tersebut, melainkan; kurangnya jumlah sekoci yang ada dikapal itu dibandingkan dengan jumlah penumpang yang ada. Mereka begitu yakin bahwa Titanic tidak bisa tenggelam. Jadi, mengapa harus menyediakan sekoci? Konon, ketika perisiwa itu terjadi; sesungguhnya masih banyak waktu untuk melakukan penyelamatan. Namun, karena jumlah sekoci penyelamat hanya sedikit, hanya sebagian kecil saja yang bisa diselamatkan.
Dalam kehidupan kerja pun kita sering berpikir seperti itu. Kita begitu yakin bahwa kapal yang kita gunakan untuk mengarungi samudera dunia kerja ini tidak akan tenggelam. Sehingga kita tidak merasa penting untuk memiliki sekoci. Tetapi, berapa banyak sudah perusahaan yang gulung tikar dan kemudian tenggelam seperti halnya Titanic? Jika kita boleh berkata tanpa sensor, sesungguhnya dunia kerja kita lebih beresiko daripada Titanic. Apa yang terjadi pada Titanic adalah musibah bagi semua penumpang. Semua orang menghadapi masalah yang sama. Sebab; orang baik tidak ditendang keluar dari kapal. Tetapi, dalam sebuah perusahaan; sudah sering terjadi seorang karyawan ditendang keluar dari bahtera perusahaan semudah itu. Seperti peristiwa yang menimpa sang COO diatas itu.
Jika itu bisa terjadi kepada pimpinan puncak sebuah perusahaan; maka tidak heran jika bisa dengan sangat gampangnya menimpa karyawan- karyawan dilevel lainnya. Ya. Tentu saja. Anda sudah tahu itu. Bahkan mungkin sudah banyak teman anda yang terkena PHK juga. Sayangnya, saat ini pun kita masih begitu yakinnya untuk mengatakan bahwa kita tidak akan mengalami nasib seperti itu. Sungguh, tidak ada yang menjaminnya. Sebab, bagaimanapun juga itu bisa menimpa siapa saja. Karyawan yang jelek. Karyawan yang bagus. Karyawan dilevel manapun juga. Direktur? Sudah banyak direktur yang terkena PHK juga, bukan?
Seseorang mungkin menganggap anda terlampau pesimis dalam memandang masa depan pekerjaan. Ada bedanya antara sikap pesimis dengan sikap antisipatif. Seseorang yang pesimis, memandang dari sisi negatif, dan dia tidak melakukan apa-apa untuk mempersiapkan dirinya, kecuali memelihara perasaan was-was. Sedangkan, orang yang antisipatif, memandang sebuah resiko secara rasional dan proporsional. Lalu dia mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi sulit jika terjadi sewaktu-waktu.
PHK adalah resiko kita sehari-hari. Kita tidak perlu terlampau percaya diri dengan mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi pada kita. Atau sebaliknya terlalu takut jika mengalaminya. Sebab, selama kita ‘mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kemungkinan itu,’ maka yakinlah bahwa masa depan kita akan baik-baik saja. Paling tidak, kita tidak terlampau syok, jika itu benar-benar terjadi. Dan yang lebih penting dari itu adalah; memulai mempersiapkan ‘sekoci’ itu dari saat ini. Sekoci yang selalu siap digunakan jika sewaktu-waktu kita membutuhkannya.
Begitu beragamnya reaksi orang ketika terjadi PHK. Ada yang panik. Ada yang biasa-biasa saja. Ada pula yang senang alang kepalang. Ada orang yang mendapatkan ‘golden shake hand’ tetapi hatinya miris dan menghadapi dunia didepannya dengan tatapan pesimis. Ada yang mendapatkan uang pesangon sekedar sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam undang-undang; namun, memandang masa depannya dengan antusias dan optimis. Mengapa sikap mereka bisa beda begitu ya? Ternyata, orang-orang yang sudah ‘mempersiapkan’ dirinya untuk situasi sulit seperti itu lebih bisa menghadapi kenyataan itu. Mereka melihat sisi terangnya. Dan mereka menemukan bahwa; itu bukanlah akhir dari segala-galanya.


Cerita Motivasi dari www.emotivasi.com

Minggu, 30 September 2012

TIPS SUKSES UNTUK KAUM MUDA ALA BOB SADINO

Pengusaha sukses bidang pertanian Bob Sadino mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba sesuatu hal yang baru. “Ingin sukses, jangan takut mencoba,” kata Bob di hadapan puluhan peserta acara Launching Program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian.
Menurut Bob, kunci sukses adalah tidak mudah menyerah dan jangan takut untuk gagal. “Dengan kegagalan, kita bisa belajar bagaimana ke depan lebih baik lagi. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal,” kata entrepreneur sukses asli Indonesia ini.
Di hadapan ratusan pengunjung Mall Botani Square, Bob yang tampil dengan gaya khas baju kemeja putih kotak-kotak dipadu celana jins pendek menyampaikan beberapa pengalamannya tentang memulai sebuah usaha tanpa harus menggunakan modal besar. “Yang penting ada kemauan dan berani menerima kegagalan. Semua usaha jenis apa pun akan tetap jalan. Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur,” kata Bob.
Ia berpendapat selama langit masih membentang, selama itu pula usaha perkebunan akan terus berjalan. Namun, lanjut Bob, tinggal sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.
“Sumber daya alam terbentang luas. kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya,” kata bapak dua orang putri ini.
Bob mengatakan, peluang bisnis pertanian cukup besar, tidak hanya pasar internasional saja, tetapi pasar dalam negeri Indonesia juga sangat menjanjikan untuk perkembangan bisnis pertanian tersebut. Bob mengatakan, semakin banyaknya minat generasi muda untuk berwirausaha dapat meningkatkan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini hanya 1,8 persen dari total penduduk Indonesia.
Acara bincang-bincang selama satu jam lebih tersebut berlangsung cukup menarik. Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara launching program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian sangat antusias bertanya kepada Bob. Dipandu oleh MC Shanaz Haque, suasana acara kian bermakna. Hal itu semakin semarak dengan jawaban nyeleneh Bob yang membuat gelak tawa peserta.
Bob merupakan tokoh entrepreneurship Indonesia yang mampu meretas batas kewajaran bahwa bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Menurut Bob, usaha dijalankan dengan kesenangan bukan karena keterpaksaan. Tidak harus cerdas dan bekerja keras untuk menjadi pengusaha sukses. Menurutnya, seorang pengusaha harus bisa melihat peluang dan berani mengambil risiko.
Semua telah dibuktikan oleh Bob, entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.

sumber: kompas.com